Halaman rumah merupakan hal yang
sangat mungkin dibuat menjadi taman. Namun apakah kita pernah memikirkan
potensi yang ada pada rumah kita? Padahal jika diperhatikan dengan seksama,
potensi sekecil apapun yang dimiliki di halaman akan selalu memberi arti tersendiri
bagi lingkungan sekitar. Cara menyadari potensi yang ada tersebut antara lain:
1. Posisi keberadaan halaman
Mau dimanapun posisi halaman kita tentu tidak menjadi suatu halangan
untuk merencanakan taman. Baik itu di depan, samping, atau di belakang rumah
merupakan potensi yang perlu disadari sedini mungkin. Beruntung jika memiliki
kavling atau rumah dengan posisi di sudut jalan, karena potensi yang didapat
dalam merencanakan taman akan lebih leluasa. Namun bagaimana dengan rumah yang
dihimpit dengan dua tetangga disebelah rumah? Tentu saja dengan pengoptimalan
halaman depan yang mana menjadi area penerima bagi penghuni dan tamu.
2. View dari dan luar halaman
Pemanfaatan view yang hadir di halaman
kita menjadi faktor pendukung untuk rencana pembuatan taman. Apakah menggunakan
pagar yang terbuat dari papan/kayu/besi atau menggunakan batas area rumah tanpa
pagar (taman yang agak tinggi) yang dapat membuat batas semu antara area
dalam dan luar halaman. Ini juga merupakan potensi yang baik untuk
menyatukan halaman kita dengan lingkungan di sekitar rumah kita.
3. Ruang terbuka di dalam rumah
Membuat
taman merupakan salah satu usaha kita untuk menghadirkan keindahan bagi
lingkungan rumah kita. Perencanaan desain taman baik di depan, samping, dan
belakang rumah, ternyata bisa kita lakukan sendiri. Tentu pertanyaannya
sekarang, bagaimana membuat taman itu?
1.
Tema
Taman
Pilihlah tema taman yang sesuai dengan keinginan. Misalnya,
memilih tema taman gaya bali, taman gaya eropa,
taman gaya jepang, atau gaya modern. Namun kita juga harus mempertimbangkan
situasi dan kondisi lahan yang dimiliki.
2.
Pemilihan
tanaman
Pemilihan vegetasi merupakan poin yang harus diperhatikan.
Buatlah beberapa list jenis tanaman yang disuka. Belilah sesuai dengan kebutuhan
bagi lahan dan tentunya tanaman yang sehat juga menjadi poin yang sangat
penting. Rumus untuk menghitung jumlah tanaman (berdasarkan jarak tanam
vegetasi) yang ada sebagai berikut:
Jarak Tanam (cm)
|
Jumlah Tanaman
(nos/m2)
|
10
|
100
|
15
|
44.444
|
20
|
25
|
25
|
16
|
30
|
11.111
|
40
|
6.25
|
50
|
4
|
60
|
2.7
|
75
|
1.7
|
100
|
1
|
*nos = satuan tanaman (English)
Jadi
seperti ini perhitungannya: jika kita memiliki 2 meter persegi lahan, dan
mempunyai tanaman yang mempunyai jarak tanam 30 cm, maka jumlah tanaman
yang kita butuhkan adalah 22.222 (dibulatkan menjadi 22)
3.
Tata
Letak
Tata letak tanaman mempengaruhi keindahan dalam merancang
taman. Selalu perhatikan komposisi vegetasi
seperti rumput (grass), tanaman penutup (groundcover), perdu (shrubs
and feature plant), tanaman air (waterplant) dan pohon (tree).
Strata vegetasi yang harus diperhatikan antara lain: Pohon diletakkan sebagai background
(area paling belakang), Perdu dan semak diletakkan sebagai midground
(area tengah), dan terakhir tanaman penutup atau groundcovers dan rumput
diletakkan sebagai foreground (area depan)
4.
Pengolahan
Media Tanam
Pengolahan media tanam yang
baik dengan pencampuran tanah humus dan pupuk (organik atau non organik)
sangat berperan bagi kelangsungan hidup tanaman kita. Penyiraman yang baik juga
harus diperhatikan terutama pada pagi dan sore hari. Untuk penyirama jika
memiliki dana lebih, bisa menggunakan sprinkler (penyiram air
otomatis) yang dapat disetting sesuai keinginan kita.
5.
Drainase
Pada musim hujan bagian ini yang penting diperhatikan. Tanpa
drainase kebun atau taman kita bisa banjir. Kenapa? Karena pada dasarnya
drainase untuk mengatur aliran air yang sudah tidak terpakai dialihkan ke
pembuangan riol (istilahnya got). Tapi ada juga alternatif pembuatan drainase
ini dengan pembuatan lubang biopori.
ELEMEN-ELEMEN TAMAN
Untuk memahami elemen-elemen
taman, perhatikanlah contoh desain taman di bawah ini.
A. Desain Taman - Frontyard Garden (taman di depan rumah)
Desain taman ini, akan dijelaskan dengan
memisahkan antara elemen lunak (softscape) dan elemen keras (hardscape). Elemen
lunak adalah elemen pendukung seperti pohon, perdu dan semak, tanaman penutup
tanah, dan rumput. Sedangkan elemen keras adalah elemen pendukung taman seperti
kerikil, batu, lampu taman, dan lain sebagainya.
1. Elemen Lunak
Sesuai dengan
temanya, taman ini diisi dengan berbagai tanaman tropis yang mudah ditemui di
Indonesia. Untuk pohon, dapat diletakkan 2 Pohon Kamboja yaitu di sudut
taman dalam dan di luar areal rumah. Selain itu, dapat pula menghadirkan
palem merah (Dypsis lasteliana) di sudut taman. Tentunya
sesuai dengan selera klien.
Untuk
perdu dan semak, dapat menggunakan tanaman seperti Heliconia chatartea ‘Sexy
Pink’ (pisang-pisangan), Spathyphillum wallisi ‘White Sail’ (Bakung), Bougainvillea
glabra ‘Fuschia’, Pink Rose, Alamanda ‘Yellow’, Crinum sp., dan Strellitzia
reginae. Selain itu, dapat pula menggunakan tanaman air di dalam pot yaitu
Teratai dan bunga lotus.
Sedangkan
untuk tanaman penutup tanah, dapat menggunakan Ophiopogon japonicus (Kucai)
sebagai pembatas antara area shrubs dan rumput. Dan untuk pemilihan rumput, dapat dipilih rumput Gajah karena rumput ini dikenal ‘bandel’ dalam
segala situasi dan kondisi.
2. Elemen Keras
Elemen
keras yang dapat digunakan pada desain ini seperti gravel/kerikil, pot, batu
granit/palimanan, dan drainase. Gravel/kerikil dibuat untuk mengatasi aliran
air yang ada di area taman, atau bisa juga disebut drainase. Kalau memungkinkan
bisa juga membuat lubang biopori di dalam taman ini. Pot yang berisikan tanaman dimaksudkan sebagai aksen agar terlihat tidak kaku.
Kemudian
untuk area carport, dapat dibuat dengan meletakkan batu palimanan atau bisa
juga batu andesit. Tapi tidak semua area carport ini ditutup dengan batu,
karena didesain ada celah untuk ditanami rumput agar air bisa kembali ke dalam
tanah. Selain itu desain carport ini dimaksudkan agar tidak terlalu panas pada
siang hari.
B. Desain Taman - Backyard Garden (Halaman belakang rumah)
Halaman
ini terletak diantara bangunan utama dan bangunan di belakang. Desainnya untuk
mempercantik di depan ruang kamar tidur dan dapur. Desain ini dibagi dalam dua
bagian.
1. Hardscape
(Elemen Keras)
Taman
ini terdapat akses menuju kamar tidur (di sebelah kiri gambar) dan dapur. Akses
stepping stone (jalan setapak) yang terbuat dari batu andesite berukuran 70×40
cm dengan jarak antar stepping stone 10 cm. Pembuatan water feature yang berupa
pot yang mengeluarkan air dengan menggunakan bubbling effect, melengkapi elemen
air pada lingkungan dari rumah ini.
Finishing
kolam air menggunakan batu andesite random style (penyusunan acak) di
sekelilingnya. Dari pinggiran kolam ke permukaan air berjarak 15 cm, dengan
kedalaman air 40 cm dari permukaan air. Penggunaan waterproof membrane/screed
dimaksudkan agar air yang ada di kolam tidak merembes ke struktur betonnya. Dan
terakhir instalasi pipa dan pompa untuk memberi sirkulasi air dan untuk
mencegah hadirnya jentik nyamuk.
2. Softscape
(Elemen Lunak)
Pemilihan
vegetasi masih menggunakan konsep taman tropis. Pohon palem Jepang dengan nama
latin Ptychosperma macarthurii diletakkan di sudut taman. Dapat pula
menghadirkan 2 pot tanaman yang berisi Philodendron selloum (mirip daun talas)
dan Ixora sinesis.
Sphatoglotis Sp. (Anggrek Tanah), Heliconia
psittacorrum ‘Lady Di’, dan Spathiphyllum walisii (White sail) digunakan
sebagai tanaman perdu dan semak. Tanaman penutup tanah yaitu Ophiopogon
japonicus (Kucai) dan rumput.




